Currently live in Bali, Professional Housewife and (soon) Accountant

Read More

Allah knows WHAT is best for you and WHEN it's best for you to have it

Read More

Patience is a pillar of faith

Being muslim is the biggest reward from Allah

Thursday, September 19, 2019

Syar'i Wedding vs Conventional Wedding

Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarokatuh,
Semoga Allah Melimpahkan keselamatan, Rahmat dan Keberkahan untukmu.

Alhamdulillah, April 2019 kemarin saya baru saja melangsungkan pernikahan secara syar'i. Walaupun ada beberapa kekurangan, semoga bisa dimaklumi ya. Karena benar2 ilmunya dari nonton di Youtube hehe. Linknya ada di sini

Sebenarnya campur aduk rasanya untuk acara pernikahan saya kemarin. Karena ibu saya (rahimahallah) meninggal 6 bulan sebelumnya. Kemudian, pernikahan saya ini bisa dibilang dadakan. Saya cuma ada waktu 5 bulan untuk urus semuanya sendiri (ngga pake WO). Suami pun karena beda pulau, jadi cuma bisa bantu2 secukupnya. Ditambah ada deadline kerjaan pulang pagi terus, wah jadi Bridezilla banget pokoknya hahaha.

Pernikahan Syar'i, Apaan sih?

Waktu saya kuliah, saya udah ngebayangin kalo nikah bakal pake baju adat jawa dengan riasan medok dan musiknya diiringi pakai lagu BTS. Panggungnya mevvah, terus mau ada lempar2an bunga, ngedance bareng tamu, dll. 

Terus saya nonton ceramah Ustadz Khalid Basalamah yang judulnya "Tata Cara Pernikahan Islami". Kalian bisa nonton di sini. Pas tau ternyata dalam Islam gini loh caranya kalo mau respsi. Shock dong, Jadi Intinya, pernikahan syar'i itu adalah lawan dari semua yg udah saya bayangin selama ini. Bye bye ngedance pake lagu BTS...


Ini syarat-syara
t kalo kalian mau mengadakan pesta pernikahan secara syari.
  1. Tamu laki-laki dan perempuan di pisah (no ikhtilat)
  2. Makan dan minum duduk (no standing party)
  3. Tidak boleh Tabbaruj berlebihan sampai mendekati tasyabuh bil kuffar (menyerupai suatu kaum). Make up boleh, tapi tidak sampai medok atau manglingin.
  4. Bagi bride, tidak boleh ada punuk unta dan menggunakan busana syar'i
  5. Tidak boleh menggunakan bulu mata
  6. Ketika akad, wanita tidak boleh di sebelah laki-laki
  7. Hiburan yang mengingatkan kepada Allah. Sebaiknya tidak ada musik (ini sebenarnya debatable, apakah musik islami, nasyid/marawis boleh atau tidak)
  8. Niat mengadakan walimah adalah untuk mendapatkan berkah Allah dan do'a dari para tamu. Bukan untuk mendapatkan amplop yang melimpah.
  9. Niatkan semua karena Allah, niatkan untuk beribadah. Jangan pedulikan kritikan.
  10. Tidak Pre-wedding
  11. Tidak Memajang Foto

My 'Not-Too' Syar'i Wedding

Nah, balik lagi ke acara nikahan saya. Tbh, Saya merasa banyak kekurangan pada acara kemarin terutama pada busana pernikahan dan manajemen catering. Kesempurnaan hanya milik Allah ya. Mari kita bahas satu-satu.

1. Tamu Laki-Laki dan Perempuan Dipisah

Saya memisah tamu laki-laki dan perempuan menggunakan hijab / pembatas setinggi sekitar 2 M. Pelaminan pun otomatis menjadi 2 bagian. Pastikan tukang dekor anda tidak mencharge lebih untuk ini. Kalau untuk pembatas biasanya akan di charge per meter.

Tema dekorasi saya adalah white-gold. Sudah saya wanti-wanti pihak dekorasi untuk tidak menggunakan warna selain warna tersebut. Saya sangat puas dengan dekorasi kemarin. Kebetulan dekornya sudah paket dengan catering.


Selain ikhtilat (campur baur), dalam islam diharamkan laki-laki menyentuh perempuan, meskipun untuk berjabat tangan. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya dari pada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya“


Dengan adanya pembatas, pengantin wanita hanya akan berjabat tangan dengan tamu wanita. Dan pengantin pria juga bisa menjaga pandangannya. Teman kantor dan bos saya kebetulan laki-laki, jadi mereka waktu acara resepsi tidak bertemu dengan saya. And I'm totally fine and they're totally fine too. Bahkan pernikahan syar'i saya ini menginspirasi bos saya, beliau bilang ingin menikahkan putrinya secara syari juga. Alhamdulillah.



Foto di Pelaminan Pengantin Pria. Dokumentasi Pribadi


2. Manajemen Catering

Manajemen makanan pun harus diperhatikan, pastikan anda memilih panitia keluarga yang cermat. Kasus saya kemarin, makanan di bagian wanita sudah hampir habis padahal di tempat laki-laki masih banyak. Terlepas dari kekurangan tersebut, alhamdulillah banyak yang bilang cateringnya lezat. Ada juga tamu yang langsung deal catering saya on the spot. Shout out to Sintaro Catering. Bisa liat ig nya di sini. Saya nyesel nggak nyobain zuppa soup nya hehehe.

Dekorasi catering pun saya sudah wanti-wanti untuk tidak menaruh vas bunga segede gaban yang bisa memakan space banyak. Karena saya tidak standing party, jadi butuh space banyak untuk menaruh kursi.


Karyawan catering juga harus disesuaikan, tidak ada karyawan catering laki-laki yang masuk ke bagian bilik perempuan atau sebaliknya.

3. No Standing Party

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

 أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا


“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh melarang dari minum sambil berdiri.” (HR. Muslim no. 2024).


Sediakan bangku yang cukup. Biasanya dari gedung sudah menyediakan kursi, kita bisa sewa kursi tambahan dari pihak decor atau dari pihak catering. Pastikan gubukan dan prasmanan tidak terlalu banyak dekorasi yang memakan banyak space.


Penempatan kursi di bagian wanita. Dokumentasi Pribadi


4. Pakaian Syar'i dan Tabbaruj yang Tidak Berlebihan

Ini yang kemarin bagi saya merasa gagal sekali. Sebenarnya tidak susah untuk cari salon yang spesialis syar'i, banyak sekali sebenarnya. Karena keterbatasan waktu dan deadline kerjaan, saya simply mencari salon yang ada masih 1 kota dengan tempat tinggal saya untuk memudahkan fitting. Salon ini pernah digunakan oleh teman saya dan saya sangat suka riasannya. Tidak pikir panjang saya langsung DP salon tersebut. Ternyata agak susah mencari koleksi gaun yang syar'i di salon tersebut (tidak ketat dan tidak nerawang). Tapi alhamdulillah, mereka sangat support dan malah saya dapat gaun baru yang belum pernah disewakan sebelumnya.

Untuk riasan, Saya juga merasa gagal karena memakai bulu mata palsu. Dan busana akad saya ada ekornya (tidak boleh sampai menyeret2 lantai karena bisa tasyabbuh bil kuffar). Semoga bisa menjadi pelajaran ya. Saya menggunakan salon Savira Wedding Depok, ini linknya



Busana Resepsi (Gold), Busana Akad (White)


5. Berikan Himbauan di Undangan 

Biar para tamu tidak kaget, Anda sebaiknya berikan himbauan pada undangan bahwa Anda akan melakukan acara pernikahan secara syar'i. Saya memberikan 3 himbauan di undangan saya: 


1. Tamu undangan pria &wanita dipisah

2. Berpakaian tertutup dan rapih
3. Dududklah saat makan dan minum


Contoh himbauan pada undangan. Dokumentasi Pribadi


Saya berfikir bagaimana caranya untuk memanfaatkan undangan pernikahan saya. Karena biasanya ketika saya dapat undangan, pasti berakhir di tempat sampah.


Karena keterbatasan waktu, saya tidak sempat mendatangi satu-satu percetakan. Akhirnya saya mencetak undangan saya secara online. Saya menggunakan jasa cetak undangan ketemu di instagram namanya Undangan Unik (saya agak lupa username nya). Yah, seperti namanya, banyak inspirasi undangan undangan unik disini. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mencetak undangan saya menjadi kipas.



Tampak Depan Undangan pernikahan Kipas. Dokumentasi Pribadi


Di bagian sisi belakang saya request untuk ditampilkan kalender 2019 seperti ini.




6. Musik vs No Musik

Kalau saya personally prefer no musik ya. Karena seperti ustadz Khalid bilang, mau ada embel2 islami nya pun musik ya tetap musik dan itu haram (semoga kita bisa terhindar dan istiqomah). Tapi sayangnya di pernikahan saya kemarin ibu mertua saya bilang akan plain dan awkward jika tidak ada hiburan. Akhirnya saya menggunakan lagu-lagu mp3 nya nisa sabyan sebagai hiburan.

Tidak ada musik juga bagus loh, bisa menghemat biaya untuk bayar band atau bisa dialokasikan ke expense yang lain.


7. Teguhkan Niat dan Berikan Pemahaman ke Keluarga

Pernikahan syari ini adalah murni ide saya sendiri. Saya yang propose ide ini ke pihak keluarga saya dan keluarga suami. Bapak saya tentu menolak pada awalnya. Beliau mengatakan pernikahan syar'i ini tidak umum di masyarakat. Saya juga belum pernah seumur-umur menghadiri pernikahan yang syar'i sebelumnya. Tetapi atas seizin Allah, Bapak saya mengerti dan dibukakan pintu hidayah. Sebaliknya, keluarga suami mendukung sekali dari awal atas ide saya ini. Alhamdulillah.

Jika kalian masih ragu akan melangsungkan pernikahan secara syar'i, kalian coba ingat-ingat bahwa nanti kita semua akan di hisab. Apakah kalian siap tanggung jawab karena pernikahan kalian menjadi ajang maksiat dan membuat Allah tidak ridho atas pernikahan kalian ?


Jika kalian bingung mencari vendor yang mengerti pernikahan syar'i, Kalian bisa cari di instagram dengan search key walimah syari. Buanyaaak banget. Kalau saya personally rekomendasi WO nya Ustadz Khalid Basalamah yaitu https://www.mawaddahindonesia.com/


Semoga bermanfaat ya.. Jazakumullahu Khairan Katsiran.
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Popular Posts

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © Love Yourself | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com